obLo

MENUJU HIDUP SEHAT ,,,,,HIDUP SENANG ,,,,HIDUP BAHAGIA,,,,HIDUP SEJAHTERA








Senin, 11 Oktober 2010

@RANTAU@

   sering sekali kita menemukan dalam perjalanan maupun dalam linkungan kita sendiri banyak dari mereka yang meningalkan bapak,ibu ,kakak adik n keluarganya sendiri,mereka pergi dari satu tempat ke tempat lain hanya untuk mengiginkan dan mengapai cita-cita mereka,yang di namakan perantauan memanglah sangat menyadihkan ,, tpi ingat di kecualikan kepada orang-orang yang pergi n meningalkan keluarga mereka untuk mencari ilmu n menyebarkan dakwah islamiah mereka bukanlah perantauan yang saya maksudkan di atas mereka adalah para musyafir.

   kembali kepada judul n tajuk yang saya tulis di atas saya sang penulis ingin menceritakan bagai manakah keadaan n fenomena fenomena yang mereka lakukan selama dalam masa perantauan  ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
  ketika umur seseorang semakin bertambah maka bertambah lah cara pemikiran mereka tingkah laku mereka n perangai mereka,yang dulunya masih mnta semuanya degan orang tua kini mereka dah mulai malu bahkan mungkin gak mau untuk menyusahkan orang tua mereka lagi,
mereka ingin hidup mandiri ingin mencari pengalaman di luar mereka gak akan hidup selamanya bersama orang tua mereka walaupun orang tua mereka kaya tpi bagi laki-laki yang sejati mereka tidak akan mengandalkan ortu mereka,di umpamakan dalam satu hari makan satu kali iu lebih baik dari pada makn tiga kali tpi masih mintak orang tua ,, sebab mereka berfikir bahwa yang mereka lakukan itu sangat tidak berarti di bandingkan nanti kalau mereka sudah berumah tanga,
   masa-masa dalam perantauan sangat menydihkan bahkan sangat menyakitkan ,setiap hari mereka selalu berfikir besok saya mau makan apa, besok saya mau isap roko' uang dari mana n lain-lain.
tapi bagi mereka yang tegar n semangat mereka pasti akan berjuangkan hidup mereka nah disinilah mereka akan tau siapa aku ini,masih bisa apa aku ini wong makan ja masih belum bisa tercukupi ini yang bisa buat semangat n tantangn akan menjadikan mereka lihai dalam kehidupan kelak nanti kalau sudah berumah tanga,

   mengapa semua yang mereka lakukan serba salah, mengapa semua yang mereka lkukan serba kurang mengapa semua yang mereka jalani serba sult mengapa mengapa n mengapa,?????????????????????
pertanyaan inilah yang mereka pikirkan tiap hari menjelang tidur,tpi mereka tetap yakin n selalu optimis atas apa yang mereka lakukan hidup tu dah masalah meeeennnn jangan di buat masalah lagi ,,,,,
ha ha ha ha ha mereka kendorkan pikiran mereka untuk tidk berfikir yang sangat serius tpi tetap dalam tujuan mereka,,,,,
 bagi para perantau yang beriman mereka akan senantiasa menjaga akhlak nibadah mereka di manapun mereka berada mereka bahkan sangat yakin kalau mereka tidak sendirian mereka punya sang penolong mereka punya sang pemurah mereka punya segalanya selagi mereka masih ikut dalam aturanya n kewajiban-kewajibannya, mereka yakin bahwa selagi kita masih taat, kita pasti dalam perhatiannya,
    janganlah gampang untuk menentukan sesuatu tampa kita berfikir dampak n akibatnya ,,,
itulah mungkin yang merka pikirkan juga, sebab semuayang mereka lakukan tentunya sangat n amat berhati- hati dalam melangkah,
   ingin rasanya cepat untuk menuwai hasil ingin rasany cepat untuk merasakn kebahagiaan tapi apakah semua yang mereka inginkan itu mudah n gampang tidakkkk..,,...
mereka harus melewati perbukitan padang pasir n lain-lai,,,
kita berfikir secara logika saja ... dalam istilah arab ada yang mengatakan bahwa man zaro'a hasod,,
 barang siapa yang menanam pasti merka akan memetik hasil juga ,,
di simpulkan bahwa hasil mereka tergantung pada semangat n ketekunan mereka dalam menenam tadi..
nah itulah mungkin suatu gambaran untuk mereka-mereka yang masih dalam perantauan ,,,
 kita kembali pada poko' pembahasan kita di atas mengenai perantauan ,,, janganlah kau membayangkannya mudah n enak uuucccchhh lika-liku dalam perantauan mungkin akan kami paparkan pada kesempatan yang akan datang,,,,,,,